Mitos dan Fakta: Cara Tepat Meningkatkan Berat Badan Bayi Newborn Setelah SC
Menjadi ibu baru memang penuh tantangan, terutama jika bayi lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kg. Kekhawatiran tentang kecukupan ASI, penggunaan susu formula, serta pemulihan setelah operasi caesar (SC) adalah hal yang wajar. Namun, penting untuk memahami mana yang benar-benar bermanfaat dan mana yang bisa berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.
1. ASI atau Formula? Mana yang Terbaik untuk Bayi Newborn?
ASI tetap menjadi pilihan terbaik untuk bayi karena mengandung nutrisi lengkap dan antibodi yang melindungi dari infeksi. Namun, dalam kondisi tertentu seperti bayi lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg), dokter bisa merekomendasikan suplementasi dengan susu formula sementara waktu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan jika bayi mendapatkan susu formula:
- Pilih susu formula yang sesuai dengan rekomendasi dokter, khususnya yang diformulasikan untuk bayi dengan berat lahir rendah atau bayi prematur.
- Jangan langsung mengganti susu formula tanpa konsultasi dokter karena bisa memengaruhi pencernaan bayi.
- Tetap utamakan ASI dengan meningkatkan frekuensi menyusui dan memompa secara rutin.
2. Pengaruh Pil Herbal atau Obat China terhadap Produksi ASI
Banyak ibu yang mencari cara cepat untuk mempercepat pemulihan luka SC, termasuk dengan mengonsumsi pil herbal atau obat-obatan tradisional. Namun, penting untuk memahami bahwa:
- Tidak semua obat herbal aman bagi ibu menyusui. Beberapa kandungan dalam obat tradisional bisa memengaruhi produksi hormon yang berperan dalam produksi ASI.
- Jika setelah mengonsumsi pil tersebut ASI terasa berkurang, ada kemungkinan obat tersebut menghambat produksi ASI.
- Sebaiknya gunakan metode alami dan aman dalam mempercepat pemulihan SC, seperti makan makanan bergizi, cukup istirahat, dan tetap terhidrasi.
3. Cara Meningkatkan Produksi ASI Secara Alami
Jika produksi ASI mulai berkurang, beberapa langkah ini bisa membantu:
- Meningkatkan Frekuensi Menyusui atau Memompa: Semakin sering payudara dikosongkan, semakin banyak ASI yang diproduksi.
- Pastikan Posisi dan Latch-On Bayi Benar: Jika bayi tidak menyusu dengan efektif, ASI tidak keluar maksimal dan produksi bisa menurun.
- Konsumsi Makanan yang Mendukung Produksi ASI: Seperti daun katuk, oatmeal, kacang-kacangan, dan protein tinggi.
- Hindari Stres Berlebihan: Stres dapat menghambat hormon oksitosin yang berperan dalam pengeluaran ASI.
4. Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Jika bayi tidak mengalami kenaikan berat badan yang sesuai atau ASI benar-benar seret meskipun sudah mencoba berbagai cara alami, segera konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi.
Posting Komentar